Gilang Firmansyah Widianto
Galuh Putri Widianto

Setetes Embun

Embun biasa turun di pagi hari tatkala matahari hendak keluar dari ufuk timur. Pada saat udara ber embun, susana terasa segar dingin dan cenderung menyejukkan.
Saat Idul Fitri sekarang ini, kata-kata "Embun" banyak dipakai sebagai ucapan / kata mutiara dalam menyampaikan "Ucapan Lebaran."
Namun demikian mungkinlah dapat kita renungkan, mengapa embun yang digunakan untuk menggambarkan kesejukan hati? (kenapa kok nggak air kulkas ya?)

Lebaran tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak SMS yang bertulisakan "Embun" yang terkirim di Handphone saya. Ketika pertama kali "Embun" terbaca memang terasa agak menyejukkan, apalagi sekarang ini cuaca sangat panas sekali. Tapi tatkala SMS ke dua, tiga , empat dan seterusnya berdatangan kata "Embun" sudah tidak dapat saya rasakan lagi kesejukannya. Kenapa ya?

Mungkin ini sedikit gambaran bahwa Terlalu banyak akhirnya menjemukan, karena kita nyonto dari orang lain dan karena kebiasaan akhirnya banyak digunakan orang.

Saya pikir dengan menyampaikan Ucapan Idul Fitri dengan gaya yang nyleneh malah akan sangat berkesan bagi orang yang menerimanya.




Comments :

1
nardek said...
on 

halo bos "sunardi"
3 tahun yg lalu pernah jd penunggu bengkel elka.gmana pnya kbar.


salam sejahtera dari saya untuk panjenengan ,,,,,,,,,,,,lama tk jumpa